Kekuatan Maaf….
August 11th, 2005 by dgirlsSeorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah
pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi
wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah
disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah
tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah,
langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala
Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada
penampilannya menghadang.
Umar bertanya, "Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?"
Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, "Aku datang ke negri ini hanya untuk membunuh Muhammad!".
Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya.
Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan
perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya
kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu
tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.
Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu.
Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik.
Kemudian Nabi berkata pada para sahabatnya, "Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?".
Para shahabat Rasul yang ada di situ tentu saja kaget dengan pertanyaan
Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh
orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari
Rasulullah.
Maka Umar memberanikan diri bertanya, "Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!"
Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar.
Beliau berkata, "Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu".
Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah.
Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, "Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah)."
Si musyrik itu menjawab dengan ketus, "Aku tidak akan mengucapkannya!".
Rasulullah membujuk lagi, "Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah."
Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, "Aku tidak akan mengucapkannya!"
Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram
terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah
membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit
seolah-olah hendak pulang ke negrinya. Tetapi belum berapa jauh dari
masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri.
Ia berkata, "Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah."
Rasulullah tersenyum dan bertanya, "Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?"
Tsumamah menjawab,
"Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena
khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu.
Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena
mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin."
Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, "Ketika aku
memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi
setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang
lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah."