Siapa yang Berhak Memutuskan ???
Wednesday, October 5th, 2005Di sebuah desa hiduplah seorang tua dengan seorang anaknya. Desa itu sudah lama kekeringan dan menjadi tandus, sehingga
banyak dari penduduk desa yang pindah. Kehidupan
mereka sangat miskin, hanya sebuah gubuk reot dan seekor keledai harta yang
mereka miliki. Setiap hari mereka
hanya mengandalkan keledai yang mereka miliki untuk bekerja.
Pada suatu hari sang ayah berkata kepada anaknya bahwa mereka harus pergi ke
tempat lain utk mendapatkan pekerjaan agar kehidupan mereka bisa layak, karena
hampir
tidak ada yg bisa dikerjakan di tempat itu utk mendapat makan.
Pagi harinya mereka berangkat dengan membawa seekor keledai, karena hanya itulah
yang bisa dijadikan sebagai tunggangan. Saat hendak berangkat, sang ayah berkata:
"Nak kamu aja yang naik
keledainya, biar ayah yang jalan kaki sambil menuntun". Lalu berangkatlah
mereka ke
desa lain dg sang anak naik keledai sementara ayahnya berjalan.
Ditengah jalan, mereka melewati sekumpulan orang. Melihat ayah dan anak tsb, sekumpulan
org itu berbisik: "Hei teman2..lihatlah!! ada seorang anak yang tidak
berbakti kpd orang tuanya. Masa
ayahnya dibiarkan jalan kaki sementara dia enak2-an naik keledai. Anak macam
apa itu???". Mendengar itu si anak merasa tidak enak, lalu mempersilahkan
sang ayah yang naik diatas keledai sementara dia jalan kaki. Setelah bertukar
tempat, mereka kembali meneruskan perjalanan.
Tidak jauh berjalan. mereka bertemu sekumpulan orang lagi. Lalu orang2 tsb berbisik:
"Teman2 coba lihat, didepan kita ada orang tua yg memperbudak anaknya. Masa
anaknya dibiarkan jalan kaki sementara ayahnya enak2-an naik keledai. Ayah
macam apa itu??". Mendengar hal itu, ganti sang ayah yang merasa tidak
enak lalu menyuruh anaknya utk naik bersama.
Belum jauh ayah dan anak itu melanjutkan perjalanan dg naik keledai bersama,
bertemulah kembali dg sekumpulan orang lagi. Dan orang2 itupun juga berbisik:
"Wah..wah…ternyata di depan kita ini ada orang suka menyiksa binatang.
Masa keledai sekecil itu ditumpangi berdua. Orang macam apa mereka??".
Mendengar hal itupun sang ayah dan anaknya juga merasa tidak enak. Akhirnya
mereka turun dari atas keledai dan melanjutkan perjalanan dg berjalan kaki bersama
sambil menuntun keledai.
Di tengah jalan, sekali lagi mereka bertemu dg sekumpulan orang. Orang2 itupun berbisik
juga kepada yg lainnya: "Lihat kawan2. ada 2 orang yang gila. Masa ada keledai
tapi mereka justru jalan kaki. Kalau begitu buat apa keledai itu dibawa??"
Mendengar gunjingan itu, akhirnya sang ayah dan si anak berhenti. Lalu sang
ayah berkata kepada anaknya:
"Nak, gimana ini? Kok kayaknya kita salah terus? Kamu yg naik keledai
salah, ayah yg
naik keledai salah, dinaiki berdua juga salah dan keledai itu tidak dinaiki-pun
masih salah.
Mending kita kembali aja ke rumah dan biar kita tidak digunjing oleh orang
lagi, lebih baik
keledai kita ini kita gendong aja". Akhirnya mereka berduapun kemballi ke rumah
dengan menggendong keledai bersama2. Lucu ya…??!!
Ada sebagian orang yg suka dan senang dg apa Lalu apa yang mestinya kita lakukan? Bukannya tidak menghiraukan orang lain, namun
Kira2 apa yg tersirat dari cerita diatas??? Dalam hidup ini terkadang kita
tidak bisa memuaskan semua orang di sekeliling kita.
yg kita lakukan, namun juga ada sebagian orang yg justru tidak menyukainya. Hal
itu wajar terjadi, karena sebaik apapun yg kita kerjakan, masih akan ada
sebagian orang yg merasa tidak puas.
dalam mangambil keputusan terlebih utk kehidupan kita sendiri maka kita-lah orang
yg pantas utk memutuskannya (selagi keputusan itu tidak melanggar norma2 yang ada).
Hidup kita…hanyalah Allah SWT dan kita sendiri-lah yang bisa menentukan.
Karena apapun keputusan yang kita ambil, kita sendiri-lah yang akan menanggung
akibatnya (bukanlah orang lain). Yakini Hatimu…..dan serahkan semua kepada Yang
Maha Kuasa