Siapa yang Berhak Memutuskan ???

October 5th, 2005 by dgirls

Di sebuah desa hiduplah seorang tua dengan seorang anaknya. Desa itu sudah lama kekeringan dan menjadi tandus, sehingga
banyak dari penduduk desa yang pindah. Kehidupan
mereka sangat miskin, hanya sebuah gubuk reot dan seekor keledai harta yang
mereka miliki. Setiap hari mereka
hanya mengandalkan keledai yang mereka miliki untuk bekerja.


Pada suatu hari sang ayah berkata kepada anaknya bahwa mereka harus pergi ke
tempat lain utk mendapatkan pekerjaan agar kehidupan mereka bisa layak, karena
hampir
tidak ada yg bisa dikerjakan di tempat itu utk mendapat makan.

Pagi harinya mereka berangkat dengan membawa seekor keledai, karena hanya itulah
yang bisa dijadikan sebagai tunggangan. Saat hendak berangkat, sang ayah berkata:
"Nak kamu aja yang naik
keledainya, biar ayah yang jalan kaki sambil menuntun". Lalu berangkatlah
mereka ke
desa lain dg sang anak naik keledai sementara ayahnya berjalan.

Ditengah jalan, mereka melewati sekumpulan orang. Melihat ayah dan anak tsb, sekumpulan
org itu berbisik: "Hei teman2..lihatlah!! ada seorang anak yang tidak
berbakti kpd orang tuanya. Masa
ayahnya dibiarkan jalan kaki sementara dia enak2-an naik keledai. Anak macam
apa itu???". Mendengar itu si anak merasa tidak enak, lalu mempersilahkan
sang ayah yang naik diatas keledai sementara dia jalan kaki. Setelah bertukar
tempat, mereka kembali meneruskan perjalanan.

Tidak jauh berjalan. mereka bertemu sekumpulan orang lagi. Lalu orang2 tsb berbisik:
"Teman2 coba lihat, didepan kita ada orang tua yg memperbudak anaknya. Masa
anaknya dibiarkan jalan kaki sementara ayahnya enak2-an naik keledai. Ayah
macam apa itu??". Mendengar hal itu, ganti sang ayah yang merasa tidak
enak lalu menyuruh anaknya utk naik bersama.

Belum jauh ayah dan anak itu melanjutkan perjalanan dg naik keledai bersama,
bertemulah kembali dg sekumpulan orang lagi. Dan orang2 itupun juga berbisik:
"Wah..wah…ternyata di depan kita ini ada orang suka menyiksa binatang.
Masa keledai sekecil itu ditumpangi berdua. Orang macam apa mereka??".
Mendengar hal itupun sang ayah dan anaknya juga merasa tidak enak. Akhirnya
mereka turun dari atas keledai dan melanjutkan perjalanan dg berjalan kaki bersama
sambil menuntun keledai.

Di tengah jalan, sekali lagi mereka bertemu dg sekumpulan orang. Orang2 itupun berbisik
juga kepada yg lainnya: "Lihat kawan2. ada 2 orang yang gila. Masa ada keledai
tapi mereka justru jalan kaki. Kalau begitu buat apa keledai itu dibawa??"
Mendengar gunjingan itu, akhirnya sang ayah dan si anak berhenti. Lalu sang
ayah berkata kepada anaknya:
"Nak, gimana ini? Kok kayaknya kita salah terus? Kamu yg naik keledai
salah, ayah yg
naik keledai salah, dinaiki berdua juga salah dan keledai itu tidak dinaiki-pun
masih salah.
Mending kita kembali aja ke rumah dan biar kita tidak digunjing oleh orang
lagi, lebih baik
keledai kita ini kita gendong aja". Akhirnya mereka berduapun kemballi ke rumah
dengan menggendong keledai bersama2. Lucu ya…??!!


Kira2 apa yg tersirat dari cerita diatas??? Dalam hidup ini terkadang kita
tidak bisa memuaskan semua orang di sekeliling kita.

Ada

sebagian orang yg suka dan senang dg apa
yg kita lakukan, namun juga ada sebagian orang yg justru tidak menyukainya. Hal
itu wajar terjadi, karena sebaik apapun yg kita kerjakan, masih akan ada
sebagian orang yg merasa tidak puas.

Lalu apa yang mestinya kita lakukan? Bukannya tidak menghiraukan orang lain, namun
dalam mangambil keputusan terlebih utk kehidupan kita sendiri maka kita-lah orang
yg pantas utk memutuskannya (selagi keputusan itu tidak melanggar norma2 yang ada).

Hidup kita…hanyalah Allah SWT dan kita sendiri-lah yang bisa menentukan.
Karena apapun keputusan yang kita ambil, kita sendiri-lah yang akan menanggung
akibatnya (bukanlah orang lain). Yakini Hatimu…..dan serahkan semua kepada Yang
Maha Kuasa

Sesuatu Yang Tidak Terpikir…

October 1st, 2005 by dgirls

1. Sekurang-kurangnya ada 5 orang dalam dunia ini menyayangi anda dan sanggup mati karena anda.

2. Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini menyayangi anda dalam beberapa cara.

3. Sebab utama seseorang membenci anda adlh karena dia ingin menjadi seperti anda.

4. Senyuman dari anda boleh membawa kebahagiaan kepada seseorang, walaupun dia tidak menyukai anda.

5. Setiap malam ada seseorang mengingati anda sebelum dia tidur.

6. Anda amat bermakna dalam hidup seseorang.

7. Kalau bukan karena anda, seseorang itu tidak akan hidup bahagia.

8. Anda seorang yang istimewa dan unik.

9. Seseorang yang anda tidak ketahui, menyayangi anda.

10. Apabila anda membuat kesilapan yang sangat besar, ada hikmah disebaliknya.

11. Sekiranya anda merasakan anda dipinggirkan, fikirlah; mungkin anda yang meminggirkan mereka.

12. Apabila anda terfikir anda tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan sesuatu yang anda ingini, mungkin anda tidak akan memperolehnya,tetapi sekiranya anda percaya pada diri sendiri lambat-laun anda akan memperolehnya.

13. Kenangilah segala pujian yang anda terima. Lupakan segala makihan, caci & cela.

14. Jangan takut untuk meluapkan perasaan anda; anda akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya.

15. Sekiranya anda mempunyai sahabat baik, ambillah waktu untuk memberitahunya yang dia adalah yang terbaik.

Hanya semenit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk menyayanginya, tapi sepanjang hidup untuk melupakannya….

SANG RODA Yang Kehilangan JARInya

September 22nd, 2005 by dgirls


Suatu ketika ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya,
ia tampak sedih tanpa jari-jari yang lengkap tentu, ia tak bisa lagi
berjalan dengan lancar.

Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan,
karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan
terlepas.
Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu.

Sang roda pun berbalik arah dan kembali menyusuri jejak-jejak yang
pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu
demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan
di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali
bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga
kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan
kerikil-kerikil pualam.

Semuanya tampak lain. padahal sewaktu sang roda melintasi jalan itu
dengan laju yang kencang, semuahal tadi cuma berbentuk titik-titik
kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa, namun kini, semuanya
tampak lebih indah.

Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah dan mereka kini
tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum,
melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput
itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum
dan melanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah harum dan semerbak, lebih terasa
menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang
cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang
roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun
merunduk, memberikan salam hormat.

Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya, kini semut dan
serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling
semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah.
Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh.
Mereka saling menyapa dan serangga itu pun memberikan salam, dan doa
pada sang roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda
jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan
setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi
dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda.
Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk
melanjutkan perjalanan.

Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang.
Sang roda pun senang dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan
berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu
kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di
setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya
menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita
hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang
selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak
sekali hikmah yang perlu di tekuni.

Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam,
kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Susuri kembali
jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah
kita lewati pastilah banyak mengandung hikmah yang akan membuat kita
semakin arif.

Masihkah kita harus hidup dalam ketergesaan,terburu-buru hanya demi
sebuah kata “TARGET”, padahal di perjalanan waktu kita telah diberikan
kesempatan oleh ALLAH Swt untuk berbuat yang terbaik, jika di tekuni
akan sampai juga pada target yang kita impikan itu.

Bukan berabrti memasang target menjadi tidak boleh, yang menjadi tidak
boeh adalah sifat buru-buru,ketergesaan,cemas,panik yang semuanya
adalah pekerjaan Syetan.

Syaikh Abdul Qadir Jailani pernah berpesan dalam sebuah kitabnya :
“ Jika Sebuah pisang itu memang taqdirnya adalah milik kita walaupun
berjuta orang yang mengelilinginya kmaka akan tetap menjadi milik kita,
tetapi jika pun ada bertandan-tandan atau bersisir-sisir pisang jika
taqdirnya bukan milik kita walaupun di sana hanya ada satu orang maka
tidak akan sekali lagi tidak akan pernah kita miliki “

jika kita perumpamakan seperti seorang Pemuda kampung mengharap
istrinya adalah orang yang cantik jelita, kaya raya, keturunan mulia
untum menjadi istrinya jika taqdir ALLAH telah menggariskan sang gadis
adalah jodohnya walaupun di ujung kutub,dan berjuta-juta pemuda
kaya,ganteng,berpendidikan tinggi mengharapkannya pula maka akan tetap
menjadi jodoh sang pemuda kampung itu ( kayak aladin lah ghitu lho ),
tetapi jika sang gadis di taqdirkan ALLAH bukan menjadi jodohnya maka
cara apapun,tetangga sebelah rumah sekalipun maka sang pemuda tidak
akan dapat memilikinya, Demi ALLAH tidak akan.

Kesempatan Itu Tak Akan Datang Lagi..

September 14th, 2005 by dgirls

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang wanita yang sangat cantik dan baik. Wanita ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.

Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh
pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan >sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu…." Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.

================================================== ========

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu tidak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.
Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara temanmu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin mengatakan pada seseorang bahwa kamu menyayangi dia, jangan tunggu sampai terlambat.

Jika kamu terus berpikir bahwa lain hari baru akan memberitahu dia, mungkin hari itu tidak pernah akan datang. Jika kamu selalu berpikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan Pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Thank You

September 4th, 2005 by dgirls

Thank you for the love you’ve shown me.

Thank you for setting a good example for me.

Thank you for forgiving me when I did wrong.

Thank you for teaching me the lessons of life.

Thank you for helping me set goals.

Thank you for sharing in my accomplishments.

Thank you for giving me a shoulder to lean on.

Thank you for making my life easier.

Thank you for caring about me.

Thank you for spending time with me.

Thank you for always being there when I need you.

Thank You For Everything!

Saat Kalimat Tak Lagi Bermakna ..

August 24th, 2005 by dgirls

Beberapa pesan paling bermakna yang dikirimkan seseorang kepada orang
lain, seringkali hanya dituangkan dalam beberapa kata, dua atu tiga
kata. Saat kalimat tak lagi bermakna, kata-kata tersebut bisa menjadi
kekuatan baru yang akan mempermanis hubungan anda, baik dengan teman,
kekasih, rekan kerja ataupun keluarga.

Kata-kata ini akan mampu
memadamkan api yang membara, menghangatkan suasana dan menunjukkan pada
orang lain betapa anda sangat peduli dengan mereka.

Aku Selalu Bersamamu

Mendampingi seorang teman yang
tengah membutuhkan kehadiran kita, akan menjadi hal terindah yang bisa
kita berikan. Saat kita bersedia mendampingi orang lain sama halnya
kita telah menghadirkan suatu perasaan nyaman padanya atau bahkan pada
diri kita sendiri.

Hal ini akan memperat hubungan persahabatan
atu juga hubungan asmara. Kita akan disegarkan kembali secara fisik
maupun emosional. Mungkin bagi sebagian orang kata, ‘Aku selalu
bersamamu’ tak banyak berarti, namun bagi sebagian lainnya kata ini
bermakna sangat besar.

 

Aku Merindukanmu

Akan
banyak pernikahan bisa terselamatkan dan kian kokoh jalinannya jika
saja banyak pasangan bersedia meluangkan beberapa menit untuk sekedar
mengatakan ‘Aku merindukanmu’ pada pasangannya. Kata-kata ini
menunjukkan kepada pasangan bahwa kita mencintainya, merindukannya,
menginginkannya dan selalu mengingatnya.

 

Aku Menghormatimu

Menghormati
satu sama lain adalah satu jalan untuk menunjukkan kasih sayang. saat
kita menghormati seseorang, sama halnya dengan kita menempatkan orang
tersebut pada posisi yang sama dengan kita. Ini adalah cara paling
efektif untuk membina sebuah hubungan.

 

Mungkin Anda Benar

Kata
ini sangat bermakna saat digunakan dalam sebuah perdebatan ataupun
suasana yang diliputi emosi tinggi. Kata-kata ‘Mungkin Anda Benar’
adalah cara halus untuk mengakui ‘Bahwa Saya Salah’.

Maafkan Aku

Banyak hubungan yang bisa diperbaiki
kembali jika saja orang bersedia mengakui kesalahannya dan meminta
maaf. Semua orang tak pernah luput dari kesalahan, khilaf dan juga
cela. Seorang pria tak perlu merasa rendah hanya karena ia harus
mengucapkan kata maaf pada orang lain.

Terima Kasih

Tanpa
kita sadari kata ‘Terima Kasih’ sama halnya dengan sebuah penghargaan,
pengakuan kepada orang lain. Orang-orang yang menikmati hubungan yang
indah, tak pernah lupa untuk sekedar berterimakasih meskipun untuk
hal-hal kecil.

Kadang kita lupa bahwa untuk berterimakasih,
tidak harus selalu dengan kata-kata. Kita bisa melakukannnya dengan
tindakan lain, misalnya dengan memberi senyuman hangat atau tatapan
mata bersahabat.

Bersandarlah Padaku

"Teman sejati
berjalan masuk, ketika orang lain berjalan keluar". Kesetiaan adalah
unsur terpenting dalam sebuah hubungan. Sahabat yang baik akan selalu
ada saat dibutuhkan dan rela memberikan bahunya untuk tempat bersandar.

Biarkan Aku Membantumu

Teman
ataupun pasangan yang baik akan selalu mengerti apa yang kita butuhkan
dan berusaha untuk memenuhinya. Saat kita terluka, mereka akan mencoba
menyembuhkannya meski kita tak pernah mengatakan tentang luka itu.

 

Aku Mengerti

Seseorang
akan kian dekat dengan orang lain saat mereka merasa bahwa orang
tersebut menerima dan mengerti mereka. Menunjukkan pada teman atau
pasangan bahwa kita mengerti mereka, adalah jalan terbaik untuk menjaga
keutuhan sebuah hubungan.

Aku Selalu Mendukungmu

Beberapa
orang terdekat kita mungkin memiliki hoby dan kegemaran yang unik.
Mendukung dan selalu memberikan semangat akan lebih baik daripada kita
mempertanyakan hoby mereka. Ini akan membuat mereka menyadari bahwa
kita tak menganggap mereka berbeda.

Aku Menyayangimu

Dari
semua kata-kata yang telah saya paparkan diatas, tak ada yang akan
mampu menandingi efek kata ‘Aku Menyayangimu’. Ungkapkan kata ini pada
mereka yang anda anggap pantas menerimanya, untuk menunjukkan bahwa
mereka sangat istimewa untuk anda.


Bisikan Sebuah Batu…..

August 21st, 2005 by dgirls

Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja
membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha,
sedang
menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh,
dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.

Di
pinggir jalan, tampak seorang anak yang sedang berdiri. Namun, karena
berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak itu.
Tiba-tiba,
dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil
yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak
melintas. Aah..,ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi
pintu mobil itupun koyak, tergores batu
yang dilontarkan seseorang.

Cittt….ditekannya
rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju
tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah
perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain,
begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun
keluar mobil dengan tergesa-gesa.

Di tariknya anak itu yang
gemetar ketakutan, dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang
diparkir. "Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil
kesayanganku!!" "Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk
goresan
di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh
banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores." Ujarnya lagi dengan
geram,
tampak ingin memukul anak itu.

Sang anak tampak sangat
ketakutan, dan berusaha meminta maaf. "Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar
minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air
mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. "Maaf Pak, aku
melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti…."

Dengan
air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke
suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku.
Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat
mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan
sekarang dia sedang kesakitan.."

Kini, ia mulai terisak.
Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai
tercenung itu. "Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi rodanya?
Tolonglah, kakakku terluka, tapi di terlalu berat untukku."

Tak
mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya
tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, diangkatnya anak yang
cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal
miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores,
sama
seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah
beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa
mereka akan baik-baik saja. "Terima kasih, dan semoga Tuhan akan
membalas perbuatanmu." Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan
pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus
mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik
arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya.
Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian
yang
baru saja di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah
hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia
memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada
hikmah ini. Ia
menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat.

"Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."

Teman,
sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan
dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan
melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu
hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk
menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu
berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang
tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap
ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan,
memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal
yang melintas.

Teman,
kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau
dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita….

Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

NB : klo udah di post maaf yah… jangan di protes yah.. :D

LeSsOn

August 21st, 2005 by dgirls

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur

pada temanmu, dia berdusta padamu. Saat dia telah

berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau

memberikan perhatian, dia tidak menghargainya. Hal

yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya

pada saat dia dalam kesulitan.

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu!

Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu.

Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati

janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian

yang kau berikan, sebenarnya dia telah mengajarimu

agar kau tidak berperilaku seperti dia.

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang

kesulitan sebenarnya juga telah mengajarimu untuk

menjadi orang yang arif dan santun, kau telah

membantunya saat dia dalam kesulitan.

Hal yang menyakitkan adalah saat kau mencintai

seseorang dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau

dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu

undangan pernikahannya, sebenarnya hal ini sedang

mengajarimu untuk RIDHA menerima takdir-Nya.

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering

kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang

menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan.

Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang

dikecewakan, disakiti, tidak diperdulikan/dicuekin,

atau bahkan dicaci dan dihina. Sebenarnya orang-orang

tersebut sedang mengajarimu uuntuk melatih

membersihkan hati dan jiwa, melatih untuk menjadi

orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak

berperilaku seperti itu.

Mungkin ALLAH menginginkan kau bertemu orang dalam

berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan

sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan

dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana

berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan

sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu.

To God I’m ThanKfUL

August 19th, 2005 by dgirls

I’m thankful for each strand of hair
That grows upon my head
I’m thankful for the clothes I wear
And for a nice warm bed.
 

I’m thankful for the caring friends
Who make me feel so glad
I’m thankful for a doctor’s care
When I am feeling bad.
               

I’m
thankful for my family
Who cheer me when I’m blue
I’m thankful for the Indonesia
And for our soldiers to

I’m
thankful for the gentle rains
That fall upon the earth
I’m thankful for the life it brings
And for a baby’s birth.

 

I’m thankful for a sky of red
In early morning light
I’m thankful for the setting sun
And for the stars at night.

 

I’m
thankful for a place to pray
And for the books I read
I’m thankful for a loving God
Who meets my every need.

Berandai…

August 18th, 2005 by dgirls

Pekerjaan yang paling mudah dikerjakan adalah melamun.
Berandai-andai. Dalam lamunan, kita bisa menjadi apa saja dan melakukan
apa saja. Kita bisa berimajinasi menjadi Gatotkaca, superhero dari
Indraprasta yang berotot kawat, bertulang besi (mungkin karena rajin
minum susu berkalsium tinggi) lalu mengacak-acak Gedung Putih dan
menggantung Bush Jr. di ujung Patung Liberty. Biar nyahok (baca: tahu),
itulah bayaran menyakiti sesama kaum muslimin.
Dalam pengandaian, kita bisa membalik masa lalu. Make
everything right what gone wrong. Mungkin kita akan menuruti setiap
perintah ibu dan ayah kita, tidak akan menyakiti hati mereka. Kita juga
akan rajin mengerjakan PR sehingga tidak akan kena jewer atau kena
setrap wali kelas. Atau kita nggak bakal mau kenalan dengan video game
sehingga nggak akan addicted dengan ‘heroin’ elektronik itu. Buat
gadis-gadis yang pernah dihamili pacar-pacarnya mungkin akan berandai
nggak akan mengerjakan perbuatan terkutuk itu dan menanggung efek
depannya (suer, karena hamil memang melendung ke depan tidak ada yang ke
samping). Oh, we wish we can do that!
Tapi, mengandaikan sesuatu yang telah terjadi adalah kesia-siaan. Bahkan
tak terpuji. Masa lalu sudah terjadi, tak ada yang bisa mengubahnya.
Berandai-andai dengannya hanya memperpanjang penderitaan bahkan bisa
menjadi trauma. Itulah sebabnya Nabi saw. meminta kita untuk tidak
berandai-andai. Kata Beliau saw. "Jika sesuatu telah menimpamu maka
janganlah engkau sekali-kali berkata; ’seandainya aku melakukan begini
atau begitu maka hasilnya (pasti) begini’. Akan tetapi katakanlah:
‘Allah telah menakdirkan demikian, dan apa yang Dia kehendaki maka Dia
lakukan’."
Satu-satunya hal yang bisa kita kerjakan saat ini adalah menyimpan
kenangan pahit dalam folder memori kita. Ia adalah pelajaran yang tak
boleh terulang di masa depan. Bukankah keledai tidak akan jatuh ke dalam
lubang yang sama sampai dua kali? Dan, karena manusia bukan keledai –
bahkan bisa lebih bodoh dari keledai –, belajar dari kesalahan menjadi
penting. Muhammad the prophet says, "Tanda-tanda celakanya seseorang ada
empat; pertama, adalah melupakan dosa-dosa yang telah lalu padahal Allah
tetap mengingatnya…"
Jadi, biarkanlah air matamu meleleh dengan mengingat itu semua. That’s
better, ketimbang berandai-andai bisa mengulang masa lalu. Bila itu yang
kita lakukan, maka itu adalah sebuah kontemplasi. Merenung dan
memikirkan serta mencari pencerahan atas berbagai permasalahan kita.
Dan kontemplasi adalah perbuatan terpuji. Allah Swt. telah memerintahkan
manusia untuk banyak berkontemplasi. Di antaranya untuk memikirkan
kekuasaanNya, demi meneguhkan keimanannya.

”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergiliran siang dan
malam, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang
berakal, yakni yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan
berbaring dan memikirkan penciptaan langit dan bumi, kemudian berkata,
’Duhai Tuhan kami tidaklah Engkau ciptakan semua sia-sia, Mahasuci
Engkau dan selamatkanlah kami dari api neraka’.”(Ali Imraan: 190-191)